ETIKA DALAM PRAKTEK PERPAJAKAN

Perpajakan di negara kita akhir-akhir ini menjadi sorotan dan perbincangan karena terdapat kasus yang berkaitan dengan pajak. Ditjen Pajak sebagai organisasi yang dinamis dan yang mempunyai tugas pokok serta fungsi mengamankan penerimaan negara dalam APBN, telah mendayagunakan sumber kekuatan dalam mengelola pajak. Walaupun tidak mudah, telah dilakukan berbagai perubahan ke arah pembaharuan dan modernisasi di tengah tuntutan perubahan, serta harmonisasi dengan berbagai kebijakan di berbagai sektor dalam mendukung pembangunan nasional.

  Baca lebih lanjut

Olah Data

Beberapa hari yang lalu saya berdiskusi singkat dengan salah seorang teman. Kami berdiskusi mengenai “Apakah olah data statistika itu sah atau tidak?”. Awalnya terjadi perbedaan pendapat. Kenapa kami bisa membicarakan tentang olah data? Teman saya kemarin memang sedang mencari jasa olah data untuk penelitiannya dan dia (lupa) kalo saya pernah bilang bahwa saya juga pernah ngolahin data temen saya. Sampai akhirnya saya bertanya ke teman saya, “Menurut mu olah data itu boleh atau gak sih?”. Kalo menurut teman saya sih sah-sah aja. Toh kita gak bisa dan meminta tolong orang lain. Kita membeli jasanya.

Kalau menurut saya sih gak sah. Kenapa? Karena dulu ketika jaman kuliah saya melihat orang-orang yang olah data itu kayak ilegal sehingga saya pun dulu mengolahkan data sendiri. Tapi kok malah saya sempat menjadi “pelaku” dari pengolahan data.

Tapi akhirnya saya setuju dengan pendapat teman saya bahwa olah data itu sah. Asalkan HANYA olah data saja, tidak pake layanan “Sekalian mbuatin lain-lain” dan datanya apa adanya. Teman saya malah memberi ide kepada saya untuk membuka jasa olah data secara online. Iya juga ya? Saya malah tidak kepikiran untuk membuat olah data secara online, dulu sih saya menerima olah data secara offline.

Kalau menurut teman-teman sendiri, apakah olah data itu sah atau tidak? Berbeda pendapat itu tidak masalah… Thx…