Posted by: Ririn Paris on: Agustus 2, 2008
§ Rendahnya tingkat pendapatan per kapita
§ Kesehatan buruk
§ Harapan hidup yang rendah
§ Tingkat pendidikan yang rendah
§ Kekurangan gizi/malnutrisi.
1. Nilai Tukar Tetap ( Fixed Exchange Rate )
Cara Kerjanya :
Menurut sejarah, sistem kurs tetap yang paling penting adalah standar emas. Dalam sistem ini, setiap negara menetapkan nilai mata uangnya dalam jumlah emas yang tetap, sehingga membentuk kurs tetap diantara negara-negara berdasarkan standar emas. Nilai tukar untuk negara-negara yang berbedabeda ditentukan oleh muatan emas dalam satuan moneter mereka.
2. Nilai Tukar Mengambang ( Flexible/ Floating Exchange Rate )
Cara Kerjanya:
Sebuah negara memiliki kurs tukar yang fleksibel apabila pergerakan kurs murni berasal dari pengaruh permintaan dan penawaran. Pada sistem semacam ini, pemerintah tidak perlu menetapkan nilai tukar ataupun mengambil langkah untuk melakukannya. Dengan kata lain, sistem kurs ini berdasar pada kurs yang ditetapkan oleh kekuatan pasar.
3. Nilai Tukar Mengambang yang Terkendali ( Managed Exchange Rate)
Cara Kerjanya:
Disini, pada dasarnya kurs ditetapkan oleh kekuatan pasar namun pemerintah membeli atau menjual mata uang atau mengubah penawaran uang untuk mempengaruhi kurs. Atau dengan kata lain, cara kerja kurs ini adalah negara-negara yang memuluskan fluktuasi kurs atau menggerakkan mata uangnya kearah yang diinginkan.
Jika sebuah transaksi mengandung konsekuensi membayar ke pihak lain dengan menggunakan devisa/ transaksi yang melibatkan pengeluaran valuta asing, maka transaksi ini disebut sebagai debit dan ditandai dengan simbol tanda minus di depan nominalnya. Contohnya : Impor.
§ Kredit
Jika sebuah transaksi mendatangkan devisa ( foreign currency) pada negara yang bersangkutan/ transaksi yang mendatangkan valuta asing bagi negara, maka transaksi tersebut dimasukkan dalam pos kredit dan ditandai dengan simbol tanda plus di depan nominalnya. Contohnya : Ekspor.
Tingkat harga ( tahun t ) – tingkat harga ( tahun t -1 )/tingkat harga ( tahun t -1 ) x 100.
Contoh perhitungannya :
Dari hasil survei, konsumen membelanjakan 25% dari budget mereka untuk sandang, 50% untuk pangan, dan 25% untuk perawatan medis.
Dengan menggunakan 1998 sebagai tahun dasar, kita mengatur ulang harga dari masing-masing komoditas pada angka 100 sehingga perbedaan dalam unit-unit komoditas tidak akan mempengaruhi indeks harga. Ini menyatakan secara tidak langsung bahwa CPI juga 100 pada tahun dasar [= ( 0,25 x 100 ) + ( 0,50 x 100 ) + ( 0,25 x 100 )]. Selanjutnya, kita menghitung indeks harga konsumen dan angka inflasi pada tahun 1999.
Diandaikan pada tahun 1999 harga makanan naik 4% menjadi 104, harga perumahan naik 8% menjadi 108, dan perawatan medis naik 12% menjadi 112.
CPI (1999)
= ( 0,25 x 104 ) + ( 0,50 x 108 ) + ( 0,25 x 112 )
= 108
Dengan kata lain, jika tahun 1998 merupakan tahun dasar di mana CPInya 100, maka pada tahun 1999 kemudian menjadi 108. Angka Inflasi pada tahun 1999 kemudian menjadi :
[ ( 108 – 100 ) / 100] x 100 = 8% per tahun.
· Tingkat harga umum naik
· Penurunan pada
Permintaan Agregat dalam ekonomi makro adalah : jumlah total yang bersedia dibelanjakan oleh sektor-sektor yang berbeda di dalam perekonomian dalam suatu periode tertentu. Permintaan Agregat ( AD ) merupakan jumlah pembelanjaan oleh para konsumen, bisnis, dan pemerintah, dan ini bergantung pada tingkat harga, seperti juga kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dan faktor-faktor lain.
lebih rinci lg y..its ok!thanks
thanq…
lbh bnykk lgg y…
byr gw ngrt..^^,,
kok gitu2 aj yang lengkap dong
Januari 26, 2009 pada 12:51 pm
good job ,, thank you